Kertas Kecil

  • Lewat "kertas kecil" ...

    Begitu banyak anak tangga yang ku lalui dalam kehidupan ini, yang mengharuskanku merasakan pahit manisnya ampas dunia, tak jarang semua itu membuatku bahagia atau bahkan tertekan pedih. Semua yang ku lalui akan selalu aku jadikan suatu kenangan yang berharga, sekalipun itu adalah sampah masa laluku. Lewat "kertas kecil" ini, aku akan mencoba untuk menuangkan segala keluh kesah serta amarah bahagiaku, yang ku rangkai lewat ribuan bait puisi pribadiku. Dengan ini aku berharap tidak ada satu kisah yang terlewatkan, sekalipun ketika aku menjatuhkan sebutir perasaanku bertahun-tahun yang lalu.

    read-more
  • Sahabat Sehati

    Sahabat telah mengisi sebagian besar waktuku didunia ini, mereka memberi tawa, serta harapan untuk hidup lebih baik kepadaku, mereka menjadikan aku kuat, sehingga kini aku lebih berani untuk menatap masa depan. Satu yang masih belum terfikirkan olehku saat ini, yaitu untuk hidup tanpa mereka.

    read-more
  • Cinta, ?

    Anugrah yang sesungguhnya adalah cinta dan ketulusan, sesuatu yang dapat membuat kita bertahan hidup mengikuti arus keras peradaban dunia, merasakan makna hidup yang lebih kental, terlebih apabila kita menyadari bahwa cinta yang nyata dan takkan pernah sia-sia adalah cinta kepada Allah SWT.

    read-more
  • Ibuku, Ayahku ...

    Betapa bodoh dan hinanya seorang manusia, ketika ia tumpahkan tinta hitam dihati Ibu dan Ayahnya, membuat mereka terluka dan sedih hatinya. Maka pedihlah yang akan mereka rasakan sepanjang helaan nafasnya, seakan-akan kepentingan dunia telah jatuh terbuang dari genggaman tangan, dan penyesalan perlahan menguyah sisa kegembiraan. Aku akan berlari, sejauh mungkin, sampai aku menyadari bahwa aku sudah sangat jauh dengan tindakan seperti itu. Karena betapa sia-sianya hidupku, bila sekali saja ku sakiti hati kedua Orang Tuaku ...

    read-more
Previous Next

Thursday, January 12, 2012

Selamat Malam Sayang

Awan hitam menutup bulan ..
Tersapu riuh desahan angin malam ..
Sinar kemerahan meliuk-liuk ditepian ..
Tempat bersandar kawanan camar ..

Deburan ombak bersenandung ..
Mengantar tidur senja yang murung ..
Namun malam tak begitu beruntung ..
Akibat mendung datang memasung ..

Bintang yang malang menyerahkan diri ..
Persembunyian itu menyesakkan hati ..
Biar saja ! Biarkan saja ..
Biarkan gelisah memenangkan pertarungan malam ini ..

Sebaiknya kini kau tidur sayang ..
Jangan hiraukan petir yang garang ..
Abaikan saja gertakannya itu ..
Anggap kalian tak saling kenal ..

Padamkan sayang lampu kamarmu ..
Biarkan gelap menyembunyikanmu ..
Hingga aku selesai bekerja ..
Mengukir pagi untukmu kekasih ..

Di Ambang Senja

Waktu berada di ambang senja ..
Jalanan basah riuh bergenang ..
Awan mengamuk hujan menerjang ..
Telaga meluap tumpah ke darat ..

Angin meronta menghempas dinding ..
Suasana mencekam buat merinding ..
Pencahayaan yang padam ..
Membuat gelap seisi rumah ..

Batam kelam sebelum malam ..
Rumah bagaikan kapal yang hampir karam ..
Pohon bergoyang tak beraturan ..
Mengikuti alunan syair air hujan ..

Oh aku rindukan senja yang merah ..
Tanpa hujan dan gelapnya awan ..
Tanpa angin dan patahan dahan ..
Hanya ada kau, aku dan cahaya hati kita ..

Perpisahan

Waktu mengeliminasi satu persatu dari kita ..
Memaksa untuk tidak mengatakan tidak ..
Tanpa memandang seberapa sayang ..
Siapa saja yang tergilas dan mati terinjak olehnya ..

Hari ini satu di antara kita akan pergi ..
Dan tak tahu kapan lagi ia kembali ..
Ingin berkumpul bersama lagi ..
Seperti hari-hari sebelum ini ..

Waktu memang menjadi pengadil ..
Atas takdir yang menyedihkan ..
Atas kasih sayang yang membusuk ..
Lalu pudar tertiup angin ..

Besok mungkin aku yang akan pergi ..
Atau mungkin kau ..
Lalu teman-teman kita ..
Hingga belenggu kesendirian memasung hati dan jiwa mereka ..

Ingatlah kawan ..
Takdir ini memang menyedihkan ..
Tapi satu hal yang mestinya kau ketahui ..
Waktu takkan bisa memaksaku untuk melupakanmu ..

Jiwa Yang Terasing

Ketika dunia mengacuhkanmu ..
Langit seperti terbelah dua ..
Dimana kau berdiri pada salah satu sisinya ..
Menjadi debu kotor yang terasing ..
Jiwa-jiwa yang dulu dekat ..
Pergi menjauh meninggalkanmu ..
Hingga kau sendirian ..
Mengusap sisa air mata yang berkerak ..
Dan sekalipun jangan kau mencoba untuk memanggil ..
Karena jerit dan tangisan tak akan pernah di hiraukan ..
Lepaskan saja cinta di hatimu ..
Ketika kau anggap itu tidak berguna ..
Katakan pa Ketika dunia mengacuhkanmu ..
Langit seperti terbelah dua ..
Dimana kau berdiri pada salah satu sisinya ..
Menjadi debu kotor yang terasing ..
Jiwa-jiwa yang dulu dekat ..
Pergi menjauh meninggalkanmu ..
Hingga kau sendirian ..
Mengusap sisa air mata yang berkerak ..
Dan sekalipun jangan kau mencoba untuk memanggil ..
Karena jerit dan tangisan tak akan pernah di hiraukan ..
Lepaskan saja cinta di hatimu ..
Ketika kau anggap itu tidak berguna ..
Katakan pada tanah yang kau pijak ..
"kubur aku! kubur aku sekarang juga!"..
Karena disana kebahagiaan telah menunggumu ..

Friday, December 16, 2011

Sunyi Dalam Ramai

Jiwaku terpasung ...
Harga diriku melambung ke puncak amarah ...
Tiada jalan yang dapat ku tempuh selain ini ...
Harus ku reguk meski tenggorokan teriris pedih ...

Aku ingin berdiri dan melempar kepala mereka ...
Lalu bergantian menertawai jiwa-jiwa terkapar itu ...
Aku ingin memaki dengan suara keras ...
Biarkan mereka mengemis memohon maaf ...

Namun siapalah aku ini ...
Hanya seorang pria asing yang tak tahu arah tujuan ...
Kesialanku lebih besar daripada impian ...
Andai saja waktu dapat berputar ...

Mereka berbagi dan saling mengasihi ...
Mereka tertawa dan saling berangkulan ...
Namun aku bukan bagian dari kesenangan mereka ...
Aku hanyalah teman karib raja kesunyian ...

Thursday, October 6, 2011

Lagu Kesedihan

Ku mainkan gitar tua ...
Nyanyikan lagu penyejuk jiwa ...
Nada-nada indah tentang cinta ...
Menghanyutkanku bersama air mata ...

Aku bernyanyi lepas kendali ...
Tak mampu ku tahan kesedihan ini ...
Menangisi pergimu kekasih ...
Serta kesempatan yang tak kuraih ...

Oh .. Andai kau disini ...
Dengarlah duhai kekasih ...
Lagu ini mengingatkan hati ...
Tentang kamu yang telah pergi ...

Selamat Ulang Tahun, Sayang

Aku diam sejenak memandangimu ...
Melihat perubahan bertambahnya usiamu ...
Dari gerikan mata, serta ayunan mesra pergelangan tanganmu ...

Kau masih seperti dulu ...
Memancarkan pesona kharisma bertuah ...
Membiusku untuk tetap mencintaimu ...

Hari ini kau berulang tahun sayang ...
Pertambahan umurmu mendewasakan ...
Ku harap dewasalah pula cinta kita ...

Aku berdo'a dalam sujudku ...
Betapa beruntungnya aku memilikimu ...
Tak ku lepas, takkan pernah ...

Ku harap sayang ...
Jangan ada yang berakhir ...
Bersinar teranglah kau untukku sampai padam ...

Selamat ulang tahun sayang ...
Tetaplah menjadi indah tanpa henti ...
Karena kau hati dari hatiku ...

Sebelum Ia Pergi

Kita memang tak bisa bersatu ...
Menjalin hubungan seperti ini ...
Melewati hari-hari berdua ...
Tak bisa, memang tak bisa !

Kau selalu buatku marah ...
Dengan setiap tingkah lakumu ...
Itu membuatku bosan ...
Tak bisa, memang takkan pernah bisa !

Lihat dirimu itu ...
Sungguh tak pantas mendampingiku ...
Lebih-lebih kau orang biasa ...
Yang tak punya apa-apa ...

Maaf aku harus segera pergi ...
Ini akhir pertemuan kita ...
Buang aku dari hatimu ...
Jangan berharap padaku lagi ...

Setelah mengucapkan itu, ia pergi meninggalkanku ...

Sunday, October 2, 2011

Aku Tak Bisa

Aku mencoba berpaling ...
Dan perlahan menjauh dari hatimu ...
Membuang harapan yang dulu ada ...
Satu demi satu lalu musnah ...

Hari pertama ku jalani ...
Dengan begitu banyak cucuran air mata ...
Hingga mataku membengkak ...
Dan hatiku perih sejadi-jadinya ...

Hari kedua ...
Berusaha untuk tidak mengingatmu ...
Sedetik demi sedetik ...
Hingga semakin terasa sakit ...

Hari ketiga ...
Dadaku kian sesak dan berat ...
Tanda-tanda menyerah melambai-lambai ...
Hadir di ujung keyakinanku ...

Tibalah hari ke empat ...
Dimana ku ambil kembali rasa yang terbuang ...
Dan mereguknya dalam-dalam ...
Aku tak bisa melupakanmu ...

Tuesday, September 27, 2011

Kau & Harapanku

Seperti hari-hari biasanya, tepat pukul 7 pagi aku datang menjemputmu di rumah, untuk menuntaskan kewajibanku mengantarmu hingga sampai ke kantor. Itu sudah menjadi kebiasaan indah buatku, karena tanpa kau sadari, aku begitu menikmati setiap perjalanan kita, dari rumah hingga sampai ke tempat kerjamu. Tapi hanya sebatas itu pertemuan kita, setelahnya aku tidak bisa menatapmu hingga pukul 5 sore, tepat ketika kau pulang bekerja. Seperti itulah roda-roda cinta kita, yang berjalan tanpa makna, hanya sebatas pertemuan singkat yang berakhir dengan lambaian perpisahan. Sesungguhnya aku berharap, kau mampu membagi waktu dalam kehidupanmu, karena biar bagaimanapun aku ini adalah kekasihmu, orang yang layak mendapatkan setengah dari waktu yang kau punya.

Lupakan tentang impian bodoh itu, nyatanya aku tak pernah mendapatkan secuil dari apa yang aku harapkan, meski sebenarnya aku pantas mereguk segalanya dengan leluasa. Entah apa yang salah dari hubungan kita, segalanya berjalan tanpa rasa, layaknya air hujan yang jatuh ke bumi, meresap ke dalam tanah, lalu hilang tanpa bekas.

Haruskah hubungan kita tetap berjalan seperti ini ? Tidakkah kau lelah menapakkan kakimu di setapak yang tiada batasan ? Harusnya kita lebih memahami arti kata mencintai, agar kita tak saling menyakiti, sekalipun itu dilakukan dengan ketidak sadaran kita masing-masing.

Tahukah engkau wahai sayangku ? di dalam hati kecil ini aku selalu menjerit, berontak atas apa yang aku rasakan, aku mencintaimu dengan tulus, namun kau tak memberikanku ketulusan. Aku ingin memilikimu dengan nyaman, tanpa harus memikirkan engkau pergi meninggalkanku. Entahlah, ku harap ini tidak hanya mejadi sebuah harapan konyol belaka.

Saturday, September 10, 2011

Aku Dan Kekasihmu

Aku dan kekasihmu punya kesamaan ...
Semesta alam tahu akan hal itu ...
Memang tidak banyak !
Tapi tetap saja sama bukan ?
Memaksa ?
Tentu tidak, karena aku punya jawaban ...
Atas kesamaan yang kau pertanyakan ...
Aku dan kekasihmu sama-sama terpilih ...
Sebagai orang yang mencintaimu ...
Mengagumi setiap liuk gerik tubuhmu ...
Tapi nasibku nasibnya tidaklah sama ...
Dia lebih pantas memilikimu ...
Sementara aku ?
Harus terima ketersisihan ini ...
Tapi lihatlah, aku tersenyum ...
Dan yakin akan dapatkan wanita yang sama sepertimu ...
Percayalah...

Coba Kau Bayangkan

Coba kau bayangkan ...
Bila setiap pagi aku datang menemuimu dengan setangkai bunga mawar merah .
Lalu ku katakan, "aku mencintaimu .. aku mencintaimu .."

Lalu coba bayangkan kembali disiang harinya, ketika matahari sedang terik ...
Aku membawakanmu segelas es kelapa muda sembari berkata ...
"untuk pertama kalinya dalam hidupku mengambil buah kelapa langsung dari pohonnya, hanya untukmu .."

Disore harinya, ketika panas mulai padam ...
Kita berdua bersama-sama menikmati sunset yang tenggelam ...
Lalu kubisikkan ditelingamu, "bila ada yang mampu menandingi kecantikanmu, maka merekalah bidadari..."

Dan ketika malam menuju puncaknya ...
Kutemani dirimu dengan nyanyian sendu pengantar tidur sembari berkata ...
"nanti setelah kau tidur, aku akan menjagamu didalam mimpi.."

Lalu kemudian ... Ah sudahlah !
Jangan kau bayangkan lagi impian konyol itu ...
Karena sesungguhnya begitu banyak hal manis yang ingin kulakukan terhadapmu ...
Namun sayang, menatapmu saja aku malu.